Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Teladani Perjuangan Polri, Polres Kutai Kartanegara Gelar Nobar Film Inspiratif "Aku Rindu"


Kukar - Polres Kutai Kartanegara gelar Nonton Bareng (Nobar) di Bioskop XXI Big Mall Samarinda untuk meneladani kisah perjuangan Polri yang dituangkan dalam film inspiratif berjudul "Aku Rindu", Sabtu (24/11/2023).

Film inspiratif berjudul "Aku Rindu" ditonton oleh personel Polres Kutai Kartanegara bersama keluarga dan masyarakat. Film ini dibintangi aktor Samuel Rizal dan aktris Verlita Evelyn.

Para pejabat Polres Kutai Kartanegara, personil dan Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara turut menyaksikan film yang diproduksi Eng Ing Eng Picture tersebut.

Film yang disutradarai Key Mangunsong ini mengisahkan tentang pengabdian dan perjuangan tulus anggota Polri bersama istrinya, seorang ibu Bhayangkari di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Nama ibu Bhayangkari yang diperankan Verlita yaitu Lailana. Sementara suaminya anggota Polri bernama Bayu diperankan Samuel Rizal.

Kisah ini berawal saat Lailana mengikuti suaminya ditugaskan ke desa terpencil di Larantuka Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak hanya menjadi istri yang patuh kepada suami, peran Lailana juga mampu memberikan dampak positif kepada lingkungan, khususnya dunia pendidikan.

Lailana merupakan seorang guru. Lika-liku kehidupannya sebagai seorang pengajar harus dilaluinya, untuk menyukseskan cita-cita anak-anak desa yang tidak mampu bersekolah.

Kisah tersebut menggambarkan potret peran anggota Polri dan ibu Bhayangkari yang tidak pantang menyerah ditugaskan di mana saja. Dengan semangat yang tinggi dia bisa menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

"Yang ingin saya sampaikan pertama kita harus mencintai dan bangga pada perfilman Indonesia, karya anak bangsa sebagai wujud patriotisme anak bangsa terhadap produk anak negeri.

Kemudian yang kedua, kata Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Hari Rosena melalui PLH Kasi Humas IPTU Suprapto, Film "Aku Rindu" ini temanya jika dilihat adalah tentang bagaimana pengabdian Bhayangkara sejati yang siap ditugaskan di manapun dalam kondisi apapun bahkan harus bertaruh nyawa.

"Bahkan, di film itu juga dikisahkan pengabdian seorang guru, dan ada kaitan dengan masalah penanganan TPPO, sehingga film ini menjadi edukasi bagi masyarakat," tutur Kasi Humas.