Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Penyampaian Aspirasi Para Pedagang Kaki Lima Yang Berjualan di Dalam Areal Kapal Penumpang Pelabuhan Samarinda Secara Spontanitas Ke Kantor Pelindo Samarinda.


Samarinda - Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda Kompol Teuku Zia Fahlevie, SIK, MH., melalui Panit 1 Opsnal Intelkam Ipda Sandi Wijaya, SH., pimpin Giat Pengamanan Penyampaian Aspirasi secara Spontanitas Para Pedagang Kaki lima PKL yang datang ke Kantor Pelindo Jl. Yos Sudarso Kel. Pelabuhan Samarinda, terkait mempertanyakan adanya larangan berjualan di atas Kapal Penumpang yg berada di Pelabuhan Samarinda. Rabu (22/11/2023).

Unit Intelkam Polsek Pelabuhan Samarinda beserta Kanit Reskrim Polsek KP dan 10 Personil Polsek KP, melaksanakan koordinasi dengan Pihak Pelindo terkait dengan aksi spontanitas para Pedagang kaki lima ( PKL) untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi mereka.

Pada Pukul 09.00 Wita, perwakilan Aspirasi 3 Orang diterima oleh Pihak Pelindo Samarinda Bapak Edi (Manager PB AU Pelindo Regional IV / Pelayanan Barang dan Aneka Usaha) dan Bapak Iwan ( Asisten Manager PB AU Pelindo).

Adapun Perwakilan Pedagang Sdr. M. Sabir ( yang di tuakan dari para pedagang kaki lima/ PkL ), Sdr. Febri, Sdri. Atma dan 27 orang pedagang kaki lima.

Adapun Penyampaian Dari M. Sabir (Perwakilan PKL) Tadi kami sudah ke KSOP dan di arahakan ke Pelindo tujuan kami meminta solusi Karena kami di larang untuk berjualan di atas kapal. jika berjualan di tempat yang disediakan sekarang ini tidak bisa karena penumpang langsung masuk ke ruang tunggu dan setelah itu naik ke kapal. jika harus mencari pekerjaan lain minimal bisa 4 bulan untuk mendapatkan kerjaan baru, bagaimana kami untuk mencari nafkah dan memberi makan anak dan keluarga. Seperti di pare” dulu di kasih solusi untuk berjualan di dalam, pada tahun 2007, Kalo bisa pak karena selama ini kita berjualan di atas kapal saja jadi saya memohon untuk meminta kebijakan, kalo tempat di sana saya yakin tidak ada orang yang lewat. Maksudnya khusus untuk penjual jam tangan seperti saya sangat susah karna penumpangnya langsung masuk di ruang tunggu.

Adapun Penyampaian Bpk. Edi Manager PBAU PT. Pelindo ; Kami juga tidak bisa mengambil keputsan karna itukan juga untuk Keselamatan orang-orang di kapal dan juga PKL. Bapak juga harus melihat posisi kami karna larangan ini sesuai dengan kesepakatan bersama KSOP, Pelindo dan KP3. Sebeneranya kami juga memahami manusia juga butuh untuk mencari nafkah karna itu kami memberikan tempat, tetapi jika kami memberikan tempat di dalam nanti yang lain juga tidak setuju. Untuk solusi kami harus memohon persetujuan dengan yang lain terlebih dulu dan mari kita tunggu keputusan bersama dulu. Silahkan untuk sementara tempatin dulu tempat yang ada sampai ada keputusan lebih lanjut.

Bpk. Edi Manager PBAU PT. Pelindo juga menyampaikan Contoh di pelabuhan Pare-Pare di situ sekarang tidak ada lagi orang berjualan di dalam pelabuhan karna steril, maka dari itu kami kasih tempat di dekat KKP, saya memahami kehidupan bapak karna manusiawi tetapi karna aturan yang berlaku ya harus di patuhin dan untuk sementara silahkan berjualan di tempat yang di sediakan. Nanti jika ada rezeki akan di buatkan tempat berjualan, kita cari solusi awal kita manfaatkan tempat yang ada tersebut. Jadi kita harus saling memahami kondisi kita semua karna kita sama sama mencari nafkah untuk hidup. Kami tidak pernah memungut biya sedikit pun maka dari itu kami berikan tempat lain karna dilarang untuk berjualan di kapal.

Bpk. Edi Manager PBAU PT. Pelindo juga menegaskan jika saya memberikan izin nanti kami dari pelindo juga akan disalahkan. Tolong lah sama sama kita menjaga semuanya untuk tetap baik. di dalam itu nanti akan di bersihkan tidak ada orang jualan lagi, maka dari itu nanti akan kami berikan tempat untuk berjualan tetapi itu butuh waktu. Untuk mengambil keputusan dan untuk mengikuti keinginan bapak kami dari pelindo tidak bisa, kami harus berkoordinasi dengan ksop dan yang lain dulu. Yang penting untuk saat ini silahkan berjualan dulu di tempat yang sudah disedikan. Karena pelabuhan ini objek vital sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk. Tetapi kami tetap memberikan tempat untuk bapak agar masih bisa mencari nafkah di Pelabuhan.

Panit 1 Opsnal Intelkam Ipda Sandi Wijaya, SH., mengatakan pada pukul 10.00 Wita massa membubarkan diri situasi aman dan Kondusif.