Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ketua BEM UI: Polri Responsif Usut Dugaan Intimidasi, Keluarga Merasa Aman


Jakarta - Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Melki Sedek Huang, mengapresiasi Polri yang sudah responsif mengusut dugaan intimidasi terhadap keluarganya yang didatangi sejumlah aparat. Melki mengatakan tindakan responsif Polri itu telah memberikan rasa aman. Dia berharap tindakan responsif ini juga dilakukan kepolisian terhadap masyarakat Indonesia.Melki bercerita mengenai awal mula dugaan intimidasi terhadap keluarganya di Pontianak beberapa waktu lalu yang menjadi atensi sejumlah pihak. Melki menuturkan ibu dan guru-guru di sekolah lamanya didatangi sejumlah aparat.

"Per hari itu, kemudian saya menanggapinya dengan pulang ke Pontianak, hari Jumat 10 November lalu saya pulang ke Pontianak untuk memastikan kondisi ibu di rumah aman, dan guru-guru di sekolah itu aman," kata Melki saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (20/11/2023).

Setelah insiden itu, Melki mendapatkan kabar Divisi Propam Polri turun tangan untuk mengusut dugaan intimidasi. Dia mengatakan Polri sudah responsif menerima aduan.

"Saya dikabarkan bahwa sudah ada proses investigasi ya dari temen-temen Divisi Propam di Mabes Polri, gitu ya. Mereka dengan responsif kemudian melakukan proses investigasi, penggalian informasi, penyelidikan, dan tentunya ini membantu memberikan rasa aman bagi temen-temen terdekat saya," ujar Melki.

"Ya saya tapi juga kita menekankan ini harus ada di semua kasus-kasus yang kemudian dilaporkan ke temen-temen kepolisian. Tidak hanya kasus saya, tidak saja kasus Melki saja gitu," imbuh Melki.

Melki mengatakan tindakan penyelidikan yang dilakukan Mabes Polri sudah memberikan rasa aman. Proses investigasi dinilai sudah cukup.

"Yang jelas dari kami dengan upaya penyelidikan, dan investigasi itu sudah cukup memberikan rasa aman bagi kami. Karena bagi kami itu yang lebih penting gitu. Ibu di rumah pun tidak perlu pengawalan setiap saat gitu. Karena guru-guru di sekolah merasa tidak perlu diberikan pengamanan dan pengawalan ya. Terutama di sekolah. Karena mungkin dengan banyaknya intensitas kepolisian yang datang ke sekolah malah mengganggu proses kenyamanan siswa," beber Melki.

Dugaan Intimidasi yang Dialami Keluarga-Guru Melki
Dalam kesempatan itu, Melki juga menceritakan bentuk dugaan intimidasi yang dialami keluarga dan gurunya di Pontianak. Pada 25 Oktober lalu, Melki menerima kabar bahwa ada aparat yang bertanya mengenai identitas pribadinya kepada guru-guru di sekolah.

"Bertanya soal 'Apa betul Melki dulu bersekolah di sini?', 'Apa betul kemudian dia siswa sini, dan tinggal di dekat sini?', 'Posisi rumahnya di mana?, Alamat lengkapnya di mana? Apa ibu punya nomor teleponnya gitu?'," tutur Melki.

Melki mengatakan pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat personal. Bahkan, kata Melki, ada pihak yang diduga aparat yang menanyakan kebiasaan Melki di sekolah. Semua informasi itu pun tidak diberikan informasi oleh pihak sekolah.

Saya menyadari sepertinya ada sesuatu yang tidak begitu baik, saya menelpon ibu di rumah, ibu mengatakan juga memang ada aparat berseragam yang datang ke rumah, menanyakan soal saya juga," tutur Melki.

"Dan pertanyaannya langsung terang-terangan ya, straight forward, bertanya apa betul ini rumah Melki, kegiatan Melki sehari-harinya apa kalau di Depok, dia tinggal di Depok di mana gitu, dan ibu interaksi sama Melki, seintens apa, ibu kegiatannya apa sekarang, ibu balik malem paling malem jam berapa, jadi ya upaya-upaya untuk menanyakan hal-hal personal saya dan keluarga," sambung dia.

Respons Polisi
Melki mengapresiasi polisi yang telah menurunkan tim untuk mengusut dugaan intimidasi tersebut. Atas tindakan responsif itu, polisi dinilai telah memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Saya rasa itu, adalah hal baik untuk kemudian masyarakat Indonesia, semua masyarakat Indonesia yang kemudian tinggal di Indonesia itu di pastikan rasa aman, dan juga, dipastikan akan diberikan tindakan yang responsif oleh aparat kepolisian," ujar Melki.

Di sisi lain, Melki juga berharap tindakan responsif Melki juga dilakukan di kasus lain. Menurut Melki, kasus ini bukan tentang dirinya saja tapi tentang orang-orang kritis yang menyuarakan kebebasan berpendapat.

"Berlaku untuk semua kasus, gitu. Jadi saya harapkan daya responsif ini tidak terjadi hanya di saya dan keluarga saya alami. Karena ini bukan soal Melki dan keluarganya saja. Tapi ini soal semua orang yang pengin bersuara kritis, semua orang yang kemudian ingin menyampaikan kebebasan berpendapatnya, semuanya harus dilindungi negara," imbuh Melki.

Melki pun berharap proses penyelidikan yang dilakukan Mabes Polri berjalan lancar. Dia berharap Polri mengungkap siapa yang terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap keluarganya.

"Karena ini penting bagi masyarakat Indonesia untuk kemudian dipertontonkan, bagaimana kepolisian itu betul-betul serius untuk kemudian menangani kasus-kasus dan memberikan perlindungan bagi masyarakat. Saya rasa kita tinggal menunggu proses investigasinya, gitu," ucap Melki.

Kapolda Kalbar Bantah Polisi Terlibat Intimidasi
Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pipit Rismanto telah membantah keterlibatan polisi terkait dugaan intimidasi Melki. Pipit mengatakan pihaknya siap untuk memberikan perlindungan kepada Melki.

"Dalam kesempatan ini, dengan tegas saya membantah adanya intimidasi yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang," kata Pipit seperti dilansir Antara 10 November 2023.

Pipit menyatakan pihaknya terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat yang merasa terintimidasi oleh oknum kepolisian.

"Kita dari Polda Kalbar sudah memonitor terkait hak tersebut, kita terbuka apabila ada hal-hal yang masyarakat tidak nyaman atau intimidasi oleh oknum tertentu, silakan melaporkan secara resmi ke Polda Kalbar," ujar Pipit.

Pipit juga menegaskan komitmen Polri dalam menjaga netralitas seluruh anggotanya pada Pemilu 2024. Dia menekankan bahwa tidak ada indikasi anggota Polri yang terlibat dalam intimidasi.

Pipit juga menyampaikan dukungan kepada Melki Sedek Huang dan keluarganya. Dia menjanjikan bantuan dalam membuat laporan terkait intimidasi yang dialami.

"Kita juga siap memberikan pelayanan yang terbaik, jika memang dari keluarga Melki butuh pengamanan atas ancaman, intimidasi, pihak manapun, Polda Kalbar siap memberikan pengamanan," tuturnya.